“Di banyak daerah, pelayanan publik tidak bisa berjalan maksimal karena listrik belum masuk. Banyak warung kopi dan UMKM terpaksa memakai genset dengan biaya tinggi. Bila tidak memakai genset, aktivitas mereka lumpuh dan roda ekonomi terganggu,” bebernya.
Pemadaman listrik juga berdampak pada akses air bersih karena banyak pompa air tidak dapat beroperasi.
Sejumlah SPBU juga belum berfungsi karena jaringan listrik belum pulih. Hanya beberapa SPBU yang tetap beroperasi dengan genset yang menyala terbatas.
Proses evakuasi warga serta kerja relawan di lapangan turut tersendat akibat minimnya penerangan dan terbatasnya jaringan komunikasi. Kondisi tersebut menyulitkan pemetaan wilayah terisolasi dan pengiriman bantuan.
“Ketika listrik padam, akses informasi terbatas. Relawan sulit berkoordinasi, terutama di malam hari. Ini memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan. Pemerintah harus menjadikan pemulihan listrik sebagai prioritas utama,” katanya. (far)

