“Sport tourism tidak lagi sebagai event swasta atau event private yang tujuannya hanya untuk ekonomi kecil. Tetapi hari ini menjadi kebijakan sebuah negara. Jadi dia menjadi country policy untuk menjadikan event, didukung dengan semaksimal mungkin yang memberikan dampak ekonomi yang jangka panjang dan luar biasa ke depannya,” jelasnya.
Indonesia, lanjutnya, tidak boleh tertinggal. MotoGP Mandalika memang memberi dampak positif, terutama pada branding nasional, namun keberlanjutan event masih perlu diperkuat.
“Ke depan, sport tourism harus ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi pertumbuhan ekonomi nasional. Kita tidak boleh kalah dengan Singapura misalnya, dan menjadikan sport tourism sebagai sumber bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” pungkasnya. (bam)
