Akibat kejadian itu, korban langsung mengalami luka terbuka.
HN harus menjalani perawatan medis selama beberapa waktu.
Ia tidak dapat beraktivitas normal selama sekitar dua pekan.
Biaya perawatan awal memang sempat ditanggung pihak terkait.
Namun, dampak psikologis masih dirasakan hingga sekarang. Korban mengaku belum berani kembali ke lokasi kejadian.
“Klien kami masih mengalami trauma berat,” kata Gamal.
“Ia belum berani kembali ke gedung tersebut,” ujarnya.
Trauma itu memengaruhi aktivitas kerja korban sehari-hari.
Gamal juga menyoroti lemahnya respons pengelola gedung. Menurutnya, tidak ada penanganan cepat setelah kejadian.
Ia menyebut tidak melihat petugas keselamatan di lokasi.
“Seharusnya ada prosedur tanggap darurat,” kata Gamal.
“Namun klien kami justru dibantu orang yang dikenalnya,” ujarnya.
Korban kemudian dibawa ke RS Mintohardjo untuk perawatan.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius soal keselamatan gedung.
Gedung TCC Batavia Tower merupakan kawasan perkantoran aktif.
Lokasi tersebut digunakan banyak pekerja dan pengunjung setiap hari.
