Lanjut ia menambahkan bahwa film ini merupakan bentuk dedikasi kepada sahabat-sahabatnya di Indonesia Timur, tempat ia tumbuh dan dibesarkan.
Produser Ryan Santoso menyatakan bahwa Timur membawa tema persaudaraan yang kuat, mencerminkan perjalanan panjang lima tahun dirinya bersama Iko dalam membangun Uwais Pictures. “Film ini berbicara tentang brotherhood, sama seperti proses kami bermimpi dan membangun rumah produksi yang menghadirkan film laga berkelas internasional,” kata Ryan.
Banyak yang terharu oleh kisah persaudaraan yang menjadi inti film, sementara aksi koreografi khas Iko tetap menjadi daya pikat utama. “Film ini membuktikan bahwa Iko bukan hanya jago di depan kamera, tapi juga di belakang kamera. Debut yang keren dan layak ditunggu karya berikutnya,” ungkap salah satu penonton.
Dengan sambutan positif ini, Timur digadang-gadang menjadi standar baru bagi film laga-emosional di Indonesia. Film tersebut akan tayang serentak di seluruh bioskop Tanah Air mulai (18/12/2025). Untuk informasi lebih lanjut dan konten eksklusif, publik dapat mengikuti akun resmi @filmTimurofficial dan @uwaispictures.(Vinolla)
