“Anak-anak kita terlahir sudah terpapar perkembangan teknologi yang dahsyat. Mereka mengalami tsunami informasi, hanya dari satu genggaman ponsel pintar,” ujar Rusprita di Jakarta.
Rusprita menegaskan bahwa media sosial dan platform digital kini membentuk cara berpikir dan perilaku anak. Salah satu dampak paling mengkhawatirkan adalah maraknya judi daring. “Banyak anak-anak kita, bahkan mulai dari SD, SMP, SMA hingga SMK sudah terjerat judi online,” ungkapnya.
Kolaborasi orang tua, sekolah, dan tempat ibadah diharapkan mampu menciptakan ekosistem perlindungan yang utuh, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh aman, berkarakter, dan terbebas dari jerat judi daring.
