Kedua lanjutnya, pihaknya ingin mengembangkan sport sciens berdasarkan teknologi atau data, mulai dari material bajunya, teknik latihannya dan lainnya yang bisa dikembangkan di perguruan tinggi.
“Kami membuka berbagai peluang dan riset-riset dibidang fisiologi. Kita membangun agar bisa betul-betul di mengerti dan mengoptimalkan fisiologi orang Indonesia yang memiliki variasi dan keanekaragaman,” imbuhnya.
Pendidikan atlet dan pendidikan kepemimpinan muda memiliki banyak kesamaan dan benang merah, terlebih Indonesia akan menghadapi bonus demografi, Indonesia Emas 2045.
“Kita ingin Indonesia Emas di tahun 2045 dan 2044 akan ada olimpiade. Jadi bagaimana kita bangun dengan baik setidaknya 20 tahun kedepan. Kemudian di bidang teknologi, kita kembangkan dibidang psikologi atau mental. Ini kita kembangkan agar atlet bisa berkembang menjadi juara melalui pendidikan kepemimpinan,” urainya.
Hal yang tidak kalah penting lanjutnya adalah sistem kompetisi. Kemdiktisaintek ingin mengembangkan tidak hanya di level mahasiswa tetapi kompetisi sebelum masuk universitas.
