“Kita juga akan kembangkan kompetisinya sebelum masuk kampus dan hubungannya bisa dikembangkan diagnosis yang baik supaya atlet bisa dari awal sudah tahu, bisa bertanding dimana levelnya nasional atau internasional,” paparnya
“Ini semua bisa kita bangun dengan satu kata kunci yakni kolaborasi. Kami berupaya membangun pembinaan, inovasi teknologi, sport sciens dan juga ekosistem untuk kompetisi bekerjasama dengan Kemenpora, pemerintah daerah untuk beasiswa atlet dengan standart yang lebih baik lagi dan juga menggandeng industri olahraga,” pungkasnya.
Dirut IBL Junas Miradiarsyah menambahkan dalam rangka mencetak atlet kelas dunia jelang Indonesia Emas 2045 dan berprestasi di Olimpiade, tidak sedikit faktor yang harus dibenahi salah satunya pengembangan pembinaan atlet melalui universitas.
“Salah satunya di kompetisi ya, kalau konsisten akam pasti lebih baik, kemudian pembentukan SDM yang lebih baik, per hari ini saja sudah lebih dari 20 kampus dengan beasiswa di bola basket dan itu baru di basket. Jadi melalui roadmaps saya yakin kedepan potensi ini masih sangat besar sekali,” imbuhnya pada talkshow yang bertajuk ‘Sport and Education: Building The Next Generation of Athlete’ ini. (bam)
