Dari sisi ekonomi, migas harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara dan daerah, bukan sekadar dinikmati oleh segelintir pihak. Sementara dari sisi sosial, masyarakat sekitar wilayah migas harus menjadi subjek pembangunan, bukan korban eksploitasi.
Konflik sosial di wilayah tambang, ketimpangan ekonomi, dan marginalisasi masyarakat lokal adalah bukti bahwa pengelolaan migas selama ini belum sepenuhnya berkelanjutan. Ke depan, kebijakan migas harus berpihak pada keadilan antargenerasi dan antarkelompok sosial.
Teknologi sebagai Kunci Migas Berkelanjutan
Keberlanjutan migas sangat ditentukan oleh inovasi teknologi. Digitalisasi, kecerdasan buatan, dan permodelan berbasis data memungkinkan prediksi produksi yang lebih akurat, pengurangan risiko lingkungan, serta efisiensi biaya eksploitasi.
Teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), misalnya, mampu meningkatkan produksi tanpa perlu membuka wilayah baru. Begitu pula dengan penerapan sistem pemantauan emisi dan keselamatan kerja berbasis sensor digital yang dapat menekan dampak negatif industri migas.
