Di sinilah peran riset dan perguruan Tinggi menjadi krusial. Kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat adalah syarat mutlak untuk menciptakan ekosistem migas yang berkelanjutan dan berdaulat secara teknologi.
Migas dalam Kerangka Transisi Energi
Migas berkelanjutan harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional, bukan sebagai lawan dari energi terbarukan. Pendapatan dari sektor migas seharusnya digunakan untuk membiayai pengembangan energi baru dan terbarukan, riset teknologi hijau, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Jika dikelola dengan visi jangka panjang, migas dapat menjadi “energi transisi yang bermartabat”—memberi manfaat hari ini tanpa mengorbankan masa depan.
Pilihan Ada di Tangan Kita
Pertanyaan sesungguhnya bukanlah apakah migas akan habis, melainkan bagaimana kita mengelola sisa sumber daya tersebut dengan bijaksana. Migas berkelanjutan adalah pilihan kebijakan, pilihan etika, dan pilihan peradaban.
Jika migas terus dikelola dengan pendekatan eksploitatif dan jangka pendek, maka generasi mendatang hanya akan mewarisi kerusakan. Sebaliknya, jika dikelola dengan ilmu pengetahuan, keadilan sosial, dan tanggung jawab ekologis, migas dapat menjadi pijakan menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
