Pesan-pesan kepedulian lingkungan disampaikan melalui kegiatan menyenangkan seperti bernyanyi bersama dan teater boneka. Kabar suka cita bagi bumi hendaknya dimulai dengan tindakan konkret bagi alam ciptaan, tumbuhan, juga hewan-hewan.
Kepada anak-anak disampaikan pesan untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan, serta mengurangi pemakaian air minum dalam kemasan dan membawa wadah minumnya sendiri.
Unsur pengarah BNPB, Viktor Rembeth, yang hadir mewakili kepala BNPB menambahkan, perayaan natal kali ini menjadi wujud solidaritas, pengharapan, dan upaya pemulihan bagi anak-anak terdampak bencana.
“Pemerintah melalui BNPB akan terus mendampingi bukan hanya saat masa tanggap darurat namun berlanjut hingga masa pemulihan”.
Pada kesempatan itu, BNPB turut membagikan 1.000 bingkisan natal kepada anak-anak.
Pada peristiwa bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Utara pada 25 November 2025 lalu. BNPB mencatat dua kisah warga di Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara, berkat kesiapsiagaannya membaca tanda-tanda bencana.
