Seingatnya, dia membunyikan lonceng sebanyak empat kali, hingga pukul 04.00 WIB, pagi hari.
Sementara, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, mengenal risiko bencana beserta tanda-tanda bencana adalah keterampilan perlu dimiliki oleh setiap orang.
“Melalui pengalaman banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatra dan Aceh ini, BNPB mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap ancaman risiko bencana di sekitar lingkungan tempat tinggal”.
Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi pada musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Langkah-langkah kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan memangkas pohon rapuh, memeriksa kekuatan bangunan, menyimpan dokumen berharga dan peralatan elektronik penting di tempat aman, menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar untuk tiga hari, serta memantau prakiraan cuaca dari sumber kredibel.
“Jika terjadi hujan intensitas tinggi durasi lebih dari satu jam, masyarakat hendaknya bersiap untuk evakuasi ke tempat lebih aman,” pesan Abdul. (Joesvicar Iqbal)
