Karena kesiapsiagaan Hutahuruk, seluruh warga Desa Dolok Nauli berhasil selamat. Keesokan pagi, warga mendapati banyak rumah hancur dan rusak berat diterjang material longsor berupa batang kayu besar, batu, hingga lumpur.
Catatan BNPB lainnya, yakni Castle Sianipar, pendeta di gereja HKPB Parsingkaman, Desa Pagaran Lambung 1, Kecamatan Adiankoting. Pada 25 November 2025, sekitar pukul sebelas malam, dia dan istrinya sedang berada di rumah bersebelahan dengan gereja.
Dalam kisahnya Castle, pada malam itu turun hujan deras dan listrik padam. Tiba-tiba terdengar suara seperti air bah, namun dia belum mengetahui dimana air itu mengalir. Istrinya juga mencium bau tidak biasa, seperti bau lumpur dan bau patahan kayu.
Setelah Castle mengecek menggunakan senter, barulah dia mengetahui, jika aliran air deras meluncur tepat di depan rumahnya menuju ke permukiman warga.
Castle lalu berinisiatif untuk membunyikan lonceng gereja untuk memberitahu warga yang saat itu telah memasuki waktu tidur. Suara lonceng tidak biasa itu sontak membangunkan warga untuk kemudian mengevakuasi diri menerjang genangan air ke titik lebih aman di gedung SMP Negeri 5 Pagaran Lambung 1.
