Di bawah komandonya, silat tidak hanya digarap sebagai cabang olahraga; ia menjadi instrumen budaya, identitas nasional, sekaligus komoditas prestasi yang diperjuangkan Indonesia di ajang regional.
Selain memimpin PB IPSI, Prabowo juga menjabat Ketua Umum Persilat dan Presiden IPSF, menempatkannya pada posisi strategis dalam percaturan persilatan internasional. Meski beberapa kali menyatakan ingin digantikan setelah memimpin puluhan tahun, ia tetap menjadi figur rujukan utama.
Di Jakarta, roda harian IPSI dijalankan Sugiono sebagai Pj. Ketua, sementara strategi jangka panjang tetap berada di bawah kendali Prabowo. Dari ruang kebijakan inilah target empat emas di SEA Games ditetapkan—ambisius, namun terukur.
Nunung Syaifuddin, Wakil Kepala Bareskrim Polri, menjadi tangan lapangan target itu. Dengan bekal kepemimpinan organisasi dan kedisiplinan khas korps, ia memimpin para pesilat dari ruang latihan hingga arena pertandingan. Para atlet menyebutnya bukan sekadar manajer: ia mentor, psikolog, bahkan motivator. “Latihan keras tak cukup tanpa mental juara,” begitu pesan Nunung yang berulang kali dikutip para pelatih. Dan, hasilnya bicara tanpa retorika.
