Namun bagi para pesilat, emas itu bukan sekadar prestise. Ia simbol bahwa fondasi yang dibangun puluhan tahun belum lapuk; ia masih kokoh. Dan kolaborasi Prabowo sebagai panglima kebijakan serta Irjen Nunung sebagai komandan lapangan melahirkan hasil konkret: empat emas yang membuat Bangkok kembali mendengar lantunan Indonesia Raya.
Silat datang ke Bangkok bukan hanya untuk bertanding. Ia datang membawa visi besar: mempertahankan supremasi Asia Tenggara dan mempersiapkan langkah ke panggung lebih besar. Dan SEA Games 2025 menjadi bukti nyata—bahwa ketika pasukan dipimpin oleh taktik dan visi yang selaras, bukan hanya podium yang diraih, melainkan martabat bangsa yang ditegakkan. (bam)
