Emas pertama datang dari nomor seni beregu putra: Andika Dhanireksa, Rano Slamet Nugraha, dan Asep Yuldan Sani, yang memukau juri dengan harmoni gerak bertenaga dan presisi skor 9,965. Emas kedua menyusul lewat Muhammad Zaki Zikrillah Prasong, yang menang walkover ketika lawan dari Thailand memilih mundur. Sementara emas ketiga datang dari Safira Dwi Meilani di kelas B putri. Puncaknya, Tito Hendra Cipta memastikan emas keempat lewat teknik
agresif dan kontrol emosi di kelas E putra.
Di pinggir arena, Nunung tak tampak sebagai pejabat tinggi Polri. Ia berdiri seperti pelatih lama yang tahu betul kapan harus menekan, kapan memberi ruang. Sedangkan di Jakarta, laporan kemenangan satu per satu tiba di meja PB IPSI. Prabowo dan para pengurus harian menyambut tiap kabar tanpa gegap gempita, hanya dengan satu pesan: evaluasi berikutnya adalah Asian Games.
Capaian itu menegaskan bahwa struktur kepemimpinan—dari menara kebijakan PB IPSI hingga arena pertandingan—bekerja. Pencak silat kembali membuktikan diri sebagai cabang unggulan Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Merah Putih dalam klasemen keseluruhan SEA Games.
