Untuk wilayah lain, biaya BPIH tercatat Surabaya Rp93.860.981, Balikpapan Rp88.791.481, Banjarmasin Rp88.754.481, Makassar Rp89.108.738, Lombok Rp88.167.381, Kertajati Rp91.774.581, serta Yogyakarta Rp86.170.981.
Sementara itu, Bipih atau biaya langsung yang ditanggung jamaah reguler tahun 2026 turut mengalami penyesuaian. Embarkasi Aceh ditetapkan sebesar Rp45.109.422, Medan Rp46.163.512, Batam Rp54.125.422, Padang Rp47.869.922, Palembang Rp54.206.922, Jakarta Rp58.542.722, dan Solo Rp53.233.422.
Di sisi lain, Surabaya menjadi embarkasi dengan Bipih tertinggi mencapai Rp60.645.422, disusul Balikpapan Rp55.575.922, Banjarmasin Rp55.538.922, Makassar Rp55.893.179, Lombok Rp54.951.822, Kertajati Rp58.559.022, serta Yogyakarta Rp52.955.422.
Salah satu poin penting dalam Keppres ini adalah besaran nilai manfaat yang dialokasikan untuk mengurangi beban Bipih jamaah. Untuk jamaah reguler, nilai manfaat mencapai Rp6,69 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung komponen pelayanan yang tidak ditanggung jamaah, seperti akomodasi tambahan, layanan selama masa puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina, konsumsi, perlindungan jemaah, hingga layanan umum di Indonesia dan Arab Saudi.
