“Memang pertumbuhan di daerah bencana dipastikan akan turun yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat,” kata Airlangga.
Meskipun demikian, pemerintah tetap optimistis pemulihan dapat dilakukan secara bertahap dengan dukungan berbagai kebijakan yang telah disiapkan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemberian relaksasi ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha, khususnya UMKM. Pemerintah telah membuka ruang untuk restrukturisasi kredit serta penghapusan kredit macet bagi pelaku usaha yang terdampak langsung bencana tersebut. Airlangga menegaskan bahwa regulasi terkait relaksasi itu sudah tersedia dan dapat berlaku otomatis.
Sementara itu, bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda ketiga provinsi tersebut pada akhir November 2025. Peristiwa itu menimbulkan kerusakan parah di berbagai daerah serta mengganggu mobilitas dan perekonomian masyarakat secara signifikan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 4 Desember, sebanyak 776 orang meninggal dunia, 564 orang hilang, dan 3,2 juta jiwa terdampak. Selain merenggut ratusan korban jiwa, bencana ini juga merusak rumah warga, fasilitas umum seperti jembatan, sekolah, tempat ibadah, serta lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.(Vinolla)
