Dia menilai para perempuan pengupas bawang tersebut merupakan sosok luar biasa yang patut dihargai atas ketekunan dan kerja keras mereka.
“Mereka bekerja dari pagi sampai jam sepuluh malam hanya mendapatkan upah sekitar Rp70 ribu. Untuk mengupas 20 kilogram bawang, mereka hanya mendapat Rp3.000 per kilogram. Jadi, wajar kalau kami ingin memberi penghargaan, mengajak mereka senang-senang meski hanya satu hari saja, sebagai bentuk healing,” tukas Dewi.
Pun demikian, menurut Dewi Rano yang sebelumnya meninjau kondisi harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati. Dia mengungkapkan, harga-harga komoditas di pasar itu masih stabil dan bahkan lebih murah dibandingkan dengan pasar ritel maupun supermarket.
“Tadi saya tanya, harga masih stabil, belum ada kenaikan. Bahkan lebih murah dari tempat lain,” ungkap Dewi.
Sehingga diharapkan para konsumen dapat berburu bahan pangan dengan harga murah terjangkau di Pasar Induk Kramat Jati untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah. Seperti bawang, cabai, tomat, sayur, beras, daging, telur hingga ayam.
