Acara berlangsung dengan rangkaian penuh kehangatan, dimulai dari penyambutan para peserta, interaksi antara anggota Komunitas Kebaya Jakarta, BIP, dan para Ibu pengupas bawang, hingga penyerahan paket apresiasi.
Suasana tercipta mendorong para Ibu untuk berbagi pengalaman dan merasakan dukungan emosional dari komunitas yang peduli terhadap perjuangan mereka sehari-hari.
Selain menjadi bentuk apresiasi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana membangun kesadaran publik mengenai pentingnya pekerjaan para buruh pengupas bawang sebagai bagian dari proses penyediaan pangan bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua BIP Perumda Pasar Jaya Raesita Kamaylia menambahkan, pihaknya menyambut baik kolaborasi tersebut dan menegaskan kegiatan itu merupakan bentuk apresiasi bagi para buruh yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Ini bentuk apresiasi kepada buruh yang selama ini kurang diperhatikan. Mereka diberi kesempatan bertemu, berkumpul, menerima santunan, dan merasa lebih berarti. Jumlahnya ada 120 orang, itu semua buruh perempuan pengupas bawang di Pasar Induk,” terang Raesita.
