Lebih lanjut, dia memastikan Jasa Raharja akan segera membuka rekening bagi ahli waris korban meninggal dunia guna menyalurkan santunan.
Selain itu, pihaknya juga telah menerbitkan surat jaminan (guarantee letter) kepada rumah sakit untuk penanganan korban luka-luka.
Dewi mengimbau para pengusaha transportasi dan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam perjalanan.
Menurutnya, kesiapan pengemudi dan kondisi kendaraan harus benar-benar diperhatikan untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa.
“Pengemudi harus dalam kondisi prima. Jika mengantuk, sebaiknya beristirahat. Kendaraan juga harus dipastikan laik jalan. Kami sangat berduka, karena 16 nyawa hilang sia-sia di jalan,” tukasnya.
Sebelumnya, kecelakaan bus Cahaya Trans terjadi di Tol Simpang Susun Krapyak, Semarang, pada Senin (22/12/2025) dini hari. Akibatnya, dalam peristiwa tersebut mengakibatkan 16 orang penumpang meninggal dunia dan 15 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk sopir bus.
Para korban luka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat, di antaranya, RSUP Dr. Kariadi, RS Columbia Asia, dan RSUD Tugu Semarang.

