Insiden ini menambah daftar panjang kasus serangan piranha di wilayah Amazonas. Sebelumnya, serangan serupa dilaporkan menimpa perenang di Pantai Miriti, Manacapuru, termasuk seorang bayi berusia tujuh bulan yang kehilangan sebagian jari kakinya akibat gigitan ikan predator tersebut.
Menanggapi fenomena ini, nelayan setempat memperingatkan bahwa agresivitas piranha meningkat karena saat ini merupakan musim kawin dan berkembang biak. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area perairan demi keamanan.
Sementara itu, Edinbergh Caldas Oliveira, seorang ahli Biologi dan Ekologi, menjelaskan kepada media lokal G1 bahwa serangan piranha terhadap manusia sering kali dipicu oleh campur tangan manusia yang mengganggu habitat asli mereka.
“Insiden semacam itu adalah kecelakaan yang disebabkan oleh campur tangan manusia terhadap habitat alam. Ikan-ikan itu bertindak defensif dan biasanya memberikan satu gigitan peringatan untuk mengusir penyusup dari pada melancarkan serangan berkelanjutan,” bebernya dilansir Associated Press. (far)
