Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian serius dan memerlukan penanganan lintas sektor.
“Mengatasi PHK itu kan bukan cuma (tugas) Kementerian Ketenagakerjaan, banyak faktor yang menjadi pengaruh atau menjadi faktor penyebab PHK. Jadi pasti ada koordinasi dan kolaborasi bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kemnaker terus mengakselerasi sejumlah program untuk menekan angka PHK dan pengangguran, terutama di kalangan usia produktif. Program tersebut antara lain Magang Nasional bagi pencari kerja terdidik serta berbagai pelatihan yang melibatkan serikat pekerja.
“Ada Magang Nasional bagi para penganggur baru yang terdidik. Lalu kemudian pelatihan-pelatihan termasuk melibatkan serikat pekerja. Tadi Pak Menteri (Ketenagakerjaan, Yassierli) bilang akan dimasifkan di tahun ini, jadi upayanya ada,” tandasnya. (far)
