Banjir yang dipicu cuaca ekstrem, tanggul jebol, dan air pasang menyebabkan KAI terpaksa menghentikan sementara sebagian perjalanan. Tercatat, sebanyak 82 perjalanan kereta penumpang dibatalkan, sementara 16 kereta barang juga tidak dapat beroperasi. Selain itu, sekitar 76 perjalanan mengalami keterlambatan.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor utama yang memicu kondisi darurat tersebut.
“Cuaca ekstrem dalam dua sampai tiga hari terakhir berdampak langsung pada jalur rel kita. Genangan air ditambah tanggul jebol dan pasang laut membuat operasional tidak bisa dipaksakan,” kata Bobby.
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada periode long weekend 16–18 Januari 2026, KAI mencatat penjualan sekitar 258 ribu tempat duduk. Namun, sekitar 18 ribu penumpang memilih mengajukan pengembalian tiket akibat pembatalan perjalanan.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memastikan seluruh proses refund diberikan secara penuh atau 100 persen. Pengembalian dana dapat dilakukan melalui loket stasiun, layanan KAI Contact Center 121, maupun aplikasi Access by KAI.
