Beberapa kereta api yang mengalami perubahan rute di antaranya KA Argo Anjasmoro, KA Harina, dan KA Kamandaka. Sementara itu, kondisi alam yang belum memungkinkan membuat sejumlah perjalanan dari Stasiun Semarang terpaksa dibatalkan, termasuk KA Kaligung dan KA Merbabu.
Di tengah situasi darurat tersebut, PT KAI juga menyiapkan langkah teknis dengan mengerahkan lokomotif jenis BB 304. Lokomotif ini dirancang mampu melintasi genangan air dan digunakan untuk menarik rangkaian kereta dari arah timur menuju barat pada jalur yang masih tergenang.
Menurut Luqman, langkah ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan sekaligus upaya meminimalkan gangguan layanan bagi penumpang. “Keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama, sembari kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan,” katanya.
Hingga Sabtu siang, genangan air di jalur rel Pekalongan–Sragi belum sepenuhnya surut. PT KAI mengimbau masyarakat dan penumpang untuk terus memantau informasi resmi terkait perjalanan kereta api serta menyiapkan alternatif jadwal perjalanan apabila diperlukan. (Vinolla)
