IPOL.ID- Curah hujan tinggi yang terus mengguyur Provinsi Banten selama sepekan terakhir memicu bencana banjir di delapan kabupaten dan kota. Hingga Rabu (14/1/2026) siang, lebih dari 55 ribu warga dilaporkan terdampak banjir dan cuaca ekstrem.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat, sebanyak 15.173 kepala keluarga atau sekitar 55.654 jiwa terdampak bencana hidrometeorologi yang tersebar di seluruh wilayah Banten. Selain permukiman warga, delapan fasilitas umum dan fasilitas sosial turut mengalami kerusakan atau terdampak genangan.
Di Kabupaten Lebak, banjir melanda Kecamatan Malingping, Panggarangan, Rangkasbitung, Banjarsari, dan Cikulur. Selain itu, angin kencang terjadi di Kecamatan Wanasalam serta tanah longsor di Kecamatan Rangkasbitung. Akibatnya, 58 rumah warga terendam dan dua ruas jalan tidak dapat dilalui.
Sementara itu, di Kota Serang, banjir dan cuaca ekstrem merendam Kecamatan Curug, Cipocokjaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan. Sebanyak 1.743 KK atau sekitar 6.131 jiwa terdampak, dengan 1.590 rumah terendam. Sebanyak 387 warga terpaksa mengungsi dan satu fasilitas umum dilaporkan terdampak.
