Di Kabupaten Tangerang, banjir terjadi di Kecamatan Mauk, Pakuhaji, Kosambi, dan Pasar Kemis, sedangkan cuaca ekstrem melanda Kecamatan Sukamulya dan Teluknaga. Sebanyak 22 KK tercatat terdampak. Sementara di Kota Cilegon, banjir dan cuaca ekstrem dilaporkan terjadi di Kecamatan Cibeber.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan sejumlah wilayah masih dilanda banjir akibat tingginya intensitas hujan. Sejak awal kejadian, BPBD telah mengerahkan seluruh personel dan peralatan untuk membantu penanganan di lapangan.
“Kami menurunkan perahu karet, pompa air, mobil tangki, mobil toilet, serta 100 personel yang disebar ke Kabupaten Serang, Kota Serang, Cilegon, dan Pandeglang,” ujar Lutfi.
Ia mengakui dampak banjir kali ini lebih luas dibandingkan banjir akhir 2025 maupun awal Januari 2026. Meski demikian, status Siaga Darurat belum dinaikkan menjadi Tanggap Darurat.
“Untuk saat ini statusnya masih sama,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan banjir menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Berbagai langkah penanganan telah dilakukan, termasuk normalisasi sejumlah aliran sungai.
