Pengakuan dan Latar Belakang Perundungan
Agus juga mengakui bahwa tamparan tersebut merupakan bentuk kekerasan yang tidak dibenarkan dan baru pertama kali ia lakukan selama hampir 16 tahun mengajar. Ia mengaku tak kuasa menahan emosi lantaran selama bertahun-tahun menjadi korban perundungan verbal oleh sejumlah siswa.
“Perundungan itu sudah terjadi dua sampai tiga tahun, bukan satu orang, tapi hampir satu kelas, terutama siswa laki-laki,” ungkapnya.
Pengakuan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian menilai tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan, sementara lainnya menyoroti lemahnya perlindungan terhadap guru di lingkungan sekolah. Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan menunggu langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut serta memperbaiki relasi antara guru dan siswa di dunia pendidikan.(Vinolla)
