Menurut Devin, pada dua gim terakhir dirinya dan Faathir berusaha lebih fokus meladeni permainan lawan, termasuk menghadapi tekanan dan upaya psikologis dari pasangan Prancis tersebut.
Sementara itu, Ali Faathir Rayhan menilai perubahan sikap bermain menjadi faktor penting dalam kebangkitan mereka. Bermain lebih ekspresif di lapangan membantu mengurangi ketegangan yang sempat muncul pada gim pertama. “Iya, biar lebih pede saja dan bisa mengeluarkan rasa tegang yang ada di diri,” kata Faathir.
Ekspresi lepas dan selebrasi kecil setiap kali meraih poin dinilai menjadi pemantik semangat Faathir/Devin sepanjang gim kedua dan ketiga. Hal itu juga mendapat dukungan penuh dari penonton Istora yang kembali menghadirkan atmosfer khas bulutangkis Indonesia.
Devin mengaku kehadiran keluarga yang menyaksikan langsung di Istora turut memberikan tambahan motivasi baginya untuk tampil maksimal. “Biar pede, terus juga tambah dukungan penonton. Jadinya saya lebih bersemangat dan bergairah mainnya. Apalagi orang tua saya juga nonton langsung, jadi ada motivasi lebih buat buktiin,” tutur Devin.
