“Terutama di wilayah-wilayah yang kondisinya masih belum memungkinkan untuk bisa dilakukan penanganan banjir secara lebih komprehensif. Karena dalam proses perencanaan ada beberapa agenda yang tertunda. Seperti pengerjaan embung, normalisasi waduk dan program pengendalian banjir lainya, ” katanya.
Seperti diketahui, pada banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, mengakibatkan 3 warga di Jakarta Utara menjadi korban meninggal akibat tersengat listrik di kediamannya.
“Disamping itu perlu juga melakukan penertiban terhadap kabel-kabel PLN dan melakukan penertiban pada pohon-pohon yang berpotensi tumbang,” katanya.
Khusus dalam penanganan pohon, anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jaktim itu mengusulkan supaya segera dilakukan inventarisasi terhadap pohon-pohon yang berpotensi untuk tumbang.
“Dinas pertamanan harus mulai melakukan penertiban atau penataan pohon-pohon rimbun, pohon yang mulai lapuk dan sebagainya harus mulai diinventarisir. Supaya tidak boleh lagi ada yang namanya, saat hujan deras terus kemudian pohon tumbang dan akhirnya menelan korban atau setidak-tidaknya merugikan masyarakat yang kena dampaknya. Nah itu tidak boleh terjadi,” bebernya.
