“Video saya pegang celurit itu setelah pengeroyokan terjadi. Ada orang tua murid yang datang, situasi makin panas. Saya pegang celurit hanya untuk membuat mereka bubar, bukan untuk menyerang,” tegasnya.
Ia memastikan tidak ada aksi kriminal yang dilakukan dengan senjata tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada tindakan kriminal menggunakan senjata tajam,” tambah AS.
Sementara itu, Kapolsek Berbak IPTU Hans Simangunsong membenarkan adanya insiden tersebut. Pihak kepolisian saat ini mengedepankan langkah persuasif dengan menempuh jalur mediasi.
“Penyelesaian akan dilakukan melalui mediasi dengan melibatkan pihak sekolah, guru, orang tua murid, serta unsur Forkopimcam,” ujarnya singkat.
Kasus ini menjadi refleksi serius bagi dunia pendidikan nasional. Publik berharap seluruh pihak mampu menahan diri dan mengedepankan dialog agar sekolah kembali menjadi ruang aman untuk belajar, bukan arena konflik yang berujung kekerasan.(Vinolla)
