Kesulitan itu perlahan teratasi ketika seorang petugas BRI datang mengunjungi rumah-rumah di lingkungannya. Dari pertemuan itulah Sari mengenal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. “Jadi ada petugas BRI yang mungkin tahu saya punya usaha, lalu ditawari KUR BRI. Saya dijelaskan apa itu KUR dan persyaratannya dan dari situ saya tertarik mencoba,” imbuhnya.
Proses pengajuan KUR terbilang mudah. Pengajuan pertama memberi pinjaman sebesar Rp5 juta, yang kemudian setelah pelunasan meningkat menjadi Rp25 juta pada pengajuan kedua. Dana ini langsung digunakan Sari untuk memperluas usaha, mulai dari merekrut pegawai hingga merintis peluang usaha lain.
Saat pandemi COVID-19 melanda, Sari melihat kebutuhan baru di masyarakat yaitu pendampingan belajar anak yang tidak bisa mengikuti sekolah tatap muka. Dari sinilah lahir bimbingan belajar yang ia dirikan sendiri. Tak hanya itu, Sari juga mengembangkan usaha laundry express, yang didukung pinjaman BRI sebesar Rp100 juta pada 2023.
Kini, roda usaha Sari bergerak semakin stabil. Usaha mainan anak kini dilanjutkan oleh sang adik, sementara Sari fokus mengembangkan bimbingan belajar dan laundry express yang semakin ramai pelanggan.
