Selain tanah longsor, bencana banjir juga terjadi pada enam wilayah kecamatan lainnya. Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, Kaliwungu, dan Jati. Hujan dengan intensitas tinggi selama tiga jam membuat debit sungai Piji naik dan meluap ke permukiman. Tinggi muka air bervariasi antara 30-100 sentimeter.
“Akibat banjir, 15.284 Kepala Keluarga (KK) atau 48.190 jiwa terdampak. Dua orang warga meninggal dunia,” terang Abdul.
Banjir menyebabkan kerugian materiil antara lain 12.528 rumah terdampak, 9 unit fasilitas ibadah terdampak, 5 fasilitas pendidikan terdampak, dan 2.735,44 hektar sawah terdampak.
Kabupaten Jepara juga mengalami bencana yang sama yaitu banjir dan tanah longsor. Banjir menggenangi Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong pascahujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari dua jam.
Sejumlah desa di Kecamatan Mayong terendam dengan ketinggian rata-rata air 50-60cm. BPBD Kabupaten Jepara masih melakukan asesmen untuk mengkaji jumlah kerugian dan warga terdampak.
