Namun, langkah ini mendapat perlawanan dari Caracas. Pemerintah sementara Venezuela di bawah pimpinan Penjabat Presiden Delcy Rodriguez menyatakan bahwa mereka tetap bersatu di belakang Maduro.
Rodriguez, yang ditunjuk oleh Mahkamah Agung Venezuela, menegaskan bahwa Maduro tetap merupakan presiden sah dan membantah klaim Trump bahwa dirinya bersedia bekerja sama dengan Washington.
Menanggapi hal itu, Trump memberikan peringatan keras melalui wawancara telepon dengan The Atlantic. Ia menyebut Rodriguez akan “membayar harga yang sangat mahal, bahkan mungkin lebih besar dari Maduro” jika tidak melakukan “apa yang benar”.
Hingga kini belum jelas bagaimana Trump akan mengelola Venezuela pasca-penangkapan Maduro. Langkah agresif tersebut juga dinilai berisiko memicu penolakan dari sebagian pendukungnya di dalam negeri yang menentang intervensi militer asing.
Meski penangkapan Maduro mengejutkan banyak pihak, sejumlah sumber menyebut operasi tersebut telah disiapkan secara matang. Pasukan elite AS, termasuk unit Delta Force Angkatan Darat, dilaporkan membangun replika persis rumah aman Maduro dan melakukan latihan berulang untuk menembus pengamanan ketat.
