Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan bersyukur kampusnya menjadi PTKI terproduktif dalam riset internasional. “Capaian ini menegaskan posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dengan produktivitas riset internasional tertinggi di Indonesia,” terang Noorhaidi Hasan.
Keunggulan UIN Sunan Kalijaga, kata Rektor, tidak hanya terlihat dari kuantitas publikasi, tetapi juga dari dampak ilmiahnya. Dari sisi jumlah sitasi, UIN Sunan Kalijaga kembali mencatatkan performa terbaik dan melanjutkan tren positif yang telah dibangun sejak 2024 dibandingkan PTKIN lain di Indonesia.
Pada 2024, jumlah Sitasi Jurnal Internasional Bereputasi UIN Sunan Kalijaga adalah sebanyak 977 unggul dari UIN Malang yang ada di posisi kedua. Selain itu, dari sisi kualitas terbitan, UIN Sunan Kalijaga juga menempati peringkat pertama dalam jumlah publikasi pada jurnal Scopus Q1.
“Pada 2025, 57,3% karya dosen UIN Sunan Kalijaga terbit di jurnal Q1, yang merepresentasikan jurnal bereputasi tertinggi di tingkat global. Hal ini menunjukkan bahwa riset yang dihasilkan tidak hanya banyak, tetapi juga diakui dan dirujuk secara luas oleh komunitas ilmiah internasional,” sebutnya.
