“HAR melarang PS memanen sawit karena lahan masih sengketa, sambil mengarahkan senapan angin ke arah kepala PS,” ujar Iptu Bontor, Rabu (28/1/2026).
Merasa keselamatannya terancam, PS lalu melaporkan kejadian itu kepada ADR selaku Kepala Desa Pulo Liman. Tak lama setelah menerima laporan, ADR mendatangi lokasi kejadian.
Alih-alih meredakan konflik, kedatangan ADR justru berujung pada adu mulut terbuka dengan HAR. Menurut polisi, saat itu HAR masih memegang senapan angin.
Dalam kondisi emosi, ADR melontarkan pernyataan bernada menantang.
“Kepala desa berkata, ‘Kalau memang main senjata, kita oke,’” kata Iptu Bontor menirukan ucapan ADR.
Tak lama kemudian, ADR diduga mengeluarkan air gun dari pinggangnya dan mengarahkannya ke HAR. Aksi tersebut membuat HAR melarikan diri dari lokasi sambil membawa senapan angin miliknya.
Peristiwa itu sempat direkam oleh warga sekitar. Video yang kemudian viral tersebut memperlihatkan sosok yang diduga kepala desa memegang benda mirip pistol di tengah ketegangan antarwarga, sehingga memicu gelombang kritik dan keprihatinan publik.
