IPOL.ID – Lonjakan laporan email reset password Instagram yang diterima tanpa permintaan memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan data pribadi. Fenomena ini diduga berkaitan dengan kebocoran data jutaan pengguna yang kini beredar di dark web.
Salah satu pengguna Instagram mengungkapkan bahwa dirinya menerima email reset password hingga dua kali dalam sepekan.
“Ini adalah kali kedua minggu ini saya menerima email yang menyatakan bahwa saya meminta pengaturan ulang kata sandi, padahal saya tidak melakukannya,” tulis akun @neffko pada Jumat (10/1/2026).
Menariknya, email tersebut tampak sangat meyakinkan. Pengirim menggunakan domain resmi Instagram, lengkap dengan tanda centang biru, sehingga sekilas terlihat sah dan bukan email palsu.
Belakangan diketahui, maraknya email reset password ini berkaitan dengan kebocoran data besar-besaran yang melibatkan sekitar 17,5 juta pengguna Instagram. Informasi tersebut diungkap oleh perusahaan keamanan siber Malwarebytes.
Dalam laporannya, Malwarebytes menyebut data yang bocor mencakup berbagai informasi sensitif, mulai dari username Instagram, alamat, nomor telepon, alamat email, hingga data pendukung lainnya. Lebih mengkhawatirkan lagi, data tersebut disebut telah diperjualbelikan di dark web dan berpotensi dimanfaatkan oleh penjahat siber.
