Namun titik terang muncul ketika salah satu koper terdeteksi melalui pelacak GPS. Sinyal terakhir terlacak di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.
Berbekal informasi itu, pihak travel bersama rombongan menuju lokasi, tetapi tidak bertindak sendiri dan langsung meminta pendampingan aparat.
Sejumlah anggota buser dari Polres Probolinggo turun melakukan penggeledahan di salah satu rumah yang dicurigai. Hingga kini, koper-koper tersebut belum berhasil ditemukan dan sinyal GPS disebut menghilang.
Ironisnya, salah satu koper berisi paspor milik wisatawan. Rombongan pun harus melapor ke Mapolres Probolinggo untuk mengurus surat kehilangan sebagai syarat pengurusan dokumen perjalanan kembali ke Thailand.
Selain paspor, barang berharga lain yang dilaporkan hilang antara lain kamera, tablet, iPhone, pakaian, serta barang pribadi lainnya. Total kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena terjadi di jalur wisata internasional yang selama ini dikenal aman dan menjadi magnet wisatawan mancanegara.
