IPOL.ID– Menjelang dua momentum besar, Tahun Baru Imlek dan Ramadhan 1447 Hijriah, PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan manuver distribusi energi bersubsidi. Sebanyak 7,8 juta tabung LPG 3 kilogram digelontorkan ke berbagai daerah untuk meredam potensi lonjakan permintaan.
Tambahan pasokan ini bukan sekadar angka. Di baliknya, terdapat pola konsumsi musiman yang saban tahun meningkat tajam baik dari rumah tangga maupun pelaku usaha mikro yang menggantungkan operasionalnya pada gas melon bersubsidi tersebut.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan penambahan tersebut setara sekitar 85 persen dari penyaluran normal harian nasional. Artinya, distribusi diperkuat hampir mendekati satu kali lipat dari rata-rata suplai biasa demi menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
“Kami memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang periode aktivitas memasak yang cenderung meningkat,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Senin (16/2/2026).
Alih-alih menunggu lonjakan terjadi, perusahaan memilih pendekatan preventif. Monitoring distribusi dilakukan lebih ketat di lapangan dengan koordinasi lintas pihak, mulai dari agen hingga pemerintah daerah.
