“Ada serangkaian hal yang kami harapkan akan berubah dalam waktu dekat, karena situasinya tetap tidak dapat ditoleransi,” katanya.
Angka-angka perlu diverifikasi
Maslen mencatat bahwa ada konsensus bahwa setidaknya 70.000 warga sipil telah tewas di Gaza sejak Oktober 2023, di antara warga Palestina dan Israel.
“Kami tidak percaya bahwa itu adalah jumlah total akhir. Itu adalah jumlah jenazah yang telah ditemukan. Akan ada lebih banyak jenazah di bawah reruntuhan. Akan butuh waktu sebelum jumlah pastinya diketahui. Sebuah laporan dari Biro Statistik Pusat Palestina mengatakan bahwa penurunan populasi Gaza lebih dari 10%,” kata Maslen.
BACA: Setelah 71.000 kematian, Israel khawatir tentang kebiasaan merokok di Gaza
Ia menambahkan bahwa angka-angka tersebut perlu diverifikasi, “tetapi itu menunjukkan dampak yang sangat dramatis yang jauh melebihi angka 70.000 yang dikutip.”
“Kita berbicara tentang lebih dari 200.000 jika angka-angka itu benar. Seperti yang saya katakan, waktu akan membuktikan persisnya bagaimana situasinya. Tetapi jelas ini adalah kehilangan nyawa yang dramatis. Kita perlu mencari tahu berapa jumlah pastinya dan bagaimana orang-orang itu meninggal.”
