“Kalau hasil pemeriksaan medis, tidak ada tanda tanda kekerasan. Hasil pemeriksaan mati lemas. Ada oksigen yang berhenti menyuplai ke jaringan tubuh. Serta gangguan pernafasan,” katanya.
Terkait latar belakang aksi nekat bocah tersebut, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pendalaman. Namun berdasarkan keterangan sementara, tidak terdapat indikasi perundungan maupun tekanan ekonomi dalam keluarga korban.
“Gak ada (bullying) jauh dari kata perundungan. Juga dari sisi ekonomi juga sepertinya dilihat dari keterangan warga sekitar bukan keluarga yang mengalami kesulitan,” ujar dia.
Karena tidak ditemukan unsur pidana, kepolisian memutuskan menghentikan penyelidikan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan meminta agar jenazah segera dimakamkan.
“Karena tidak ada tanda tanda kekerasan, kami hentikan penyelidikan. Keluarga meminta agar jenazah anaknya dibawa untuk dimakamkan,” katanya. (far)
