IPOL.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas terkait upaya terpadu penanganan sampah nasional di Gd. Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Kamis (5/02). Dalam upaya penanganan sampah nasional, BRIN diberi tugas untuk mengkaji teknologi penanganan sampah bersama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas selaku pimpinan rapat mengatakan, percepatan penanganan sampah nasional ini merupakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat Rakornas 2026 di SICC Sentul, Senin lalu. Percepatan penanganan sampah ini dilaksanakan dengan Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Zulhas menjelaskan, dalam percepatan penanganan sampah, hal pertama yang akan diluncurkan ialah Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Oleh karenanya, BRIN dan Kemdiktisaintek diminta untuk mengkaji teknologi inovasinya.
“Tolong nanti Pak Brian (Mendiktisaintek) dan Kepala BRIN untuk terus mengkaji, mempersiapkan dari segi teknologinya. Karena sudah ada kampus-kampus yang bisa membuat ukuran untuk desa, untuk kecamatan, bahkan untuk kabupaten yang ukuran 50 ton, 100 ton,, mungkin sampai 200 ton bisa,” ujar Zulhas usai rapat tersebut.
Ia mempercayai, kampus-kampus di Indonesia bisa membuat alat-alat berteknologi, yang kemudian diterapkan di lingkungan untuk percepatan penanganan sampah.
“Jadi BRIN dan kampus untuk segera juga melakukan pendataan, dan kita bisa memesan, bisa membeli. Kabupaten, daerah, BUMN dan lain-lain alat itu sehingga bisa menyelesaikan sampai tuntas,” ucapnya.
Di samping itu, ia menyebutkan, ada lima daerah yang menjadi lokasi utama percepatan penanganan sampah yaitu Kota Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Legok Nangka. Setelah lima daerah tersebut, akan disusul sembilan daerah lainnya.
Zulhas menegaskan, perlu aksi bersih secara masif dan terstruktur dalam penanganan sampah, untuk mendukung gerakan Indonesia ASRI. Tidak hanya Kemdiktisaintek dan BRIN, namun Kementerian/ Lembaga lain juga mengkoordinasikan lewat Pemerintah Daerah, sekolah-sekolah, SD, SMP, SMA, hingga kampus.
“Jadi sekolah-sekolah agama, aliyah, madrasah juga, semua gerakan sampai tuntas mulai dari awal. Dari rumah tangga dipilah, kemudian buangnya, sampai pengolahan akhir harus kita tuntaskan sesuai dengan arahan Presiden pada waktu Rakornas kemarin,” ucapnya. (ahmad)
