Salah satu warga yang sempat dibincangi oleh awak media online ipol.id mengakui bahwa harga gas elpiji 3 kg baik di pangkalan maupun di warung eceran semakin mahal.
Mirisnya dengan harga mahal tidak jadi masalah tetapi yang menjadi keluhan ibu rumah tangga adalah kelangkaannya membuat kita sulit mendapatkan gas.
“Kita sebagai ibu rumah tangga berharap Pemerintah Kabupaten melalui Bupati segera mengambil tindakan tegas kepada pangkalan nakal yang dengan sengaja mendistribusikan gas keluar daerah karena mencari keuntungan yang lebih besar,” tegas Suwarna. (Msb/Nia/Andre)
