Di sisi lain, hasil pemeriksaan medis menunjukkan temuan berbeda. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi, AKP Hartono, mengungkapkan adanya sejumlah luka yang tersebar hampir di seluruh bagian tubuh korban.
“Hasil visum menunjukkan adanya luka lecet di beberapa bagian wajah, leher hingga anggota gerak. Selain itu ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik tubuh serta lebam merah keunguan yang mengindikasikan trauma tumpul,” jelas Hartono, Minggu (22/2/2026).
Temuan tersebut kini menjadi salah satu dasar penting dalam proses penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan bukti tambahan, termasuk keterangan tenaga medis dari Puskesmas dan RSUD Jampangkulon yang sempat menangani korban sebelum meninggal dunia.
Sumber di kepolisian menyebutkan, perbedaan antara klaim pihak keluarga dan hasil visum menjadi fokus utama penyidik dalam mengurai penyebab kematian NS. Aparat juga masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, termasuk analisis forensik tambahan bila diperlukan.
Kasus ini memunculkan dua narasi yang saling bertolak belakang: satu pihak menyatakan kematian murni akibat penyakit serius, sementara temuan medis mengindikasikan adanya dugaan kekerasan fisik.

