Dalam talkshow, lanjut dia, pengunjung bisa menanyakan langsung terkait edukasi diberikan oleh nara sumber, baik treatmen batu, cara membedakan batu natural atau sintetis, melihat kriteria dan membedakan material.
“Jadi sifatnya edukatif ya”.
Dijelaskan Chaerullah, jika ditawarkan batu yang kelas atas tetapi dengan harga terlalu murah, hal itu sudah tidak masuk akal. Karena harga ditawarkan jauh di bawah harga pasar maka itu yang perlu dipertanyakan.
“Konsumen bisa cek langsung ke lab yang tentunya kredibel, dapat dipertanggug jawabkan”.
Semisal ketika ditawarkan batu blue safir dengan berat diatas 10 carat, clarity oke, bagus dan harga ditawarkan diatas Rp500 ribu, menurutnya, hal ini sudah tidak masuk akal.
“Kan gak mungkin segitu harganya blue safir bagus dan tidak seperti itu juga. Edukasinya adalah agar orang atau konsumen tidak tertipu,” terang Chaerullah.
Selain itu, targetnya kegiatan ini untuk merangkul kalangan menengah atas. Karena pangsa pasarnya lumayan.
Pameran sejumlah batu permata dan akik nusantara sendiri turut diramaikan oleh sejumlah komunitas dengan 14 stan memamerkan batu permata ruby, zamrud, safir, amethyst, charoite, spinel, opal kalimaya, black opal, serta giok burma.
