“Kami lebih mengutamakan batu berkualitas, dengan kisaran harga mulai Rp 2 juta, puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah yang didisplay para tenant”.
Harapannya setelah acara ini supaya batu mulia ini bisa booming, ramai kembali dan pasar batu kembali normal. Agar perekonomian stabil, untuk pangsa pasar batu akik dan permata berjalan normal, ekosistem dari penambang, penggosok hingga pengecer berjalan beriringan.
“Agar tren semua jenis batu permata dipamerkan bisa terangkat dan pangsa pasar batu terangkat lagi. Tak hanya amethyst, quartz saja, tapi semua jenis batu permata dan akik dipamerkan trennya terangkat lagi,” harapnya.
Sejauh ini antusiasme komunitas batu permata, baik pemula mulai naik lagi, sejak tahun 2024 hingga 2026 mulai naik perlahan dan acara kontes batu menggeliat diadakan di berbagai tempat.
“Komunitas di luar Akami pun sudah berjalan mengadakan kegiatan, kelas menengah atas berjalan di luar. Sebelumnya juga sudah mengadakan acara serupa. Akami sendiri yang ada di Pasar Rawa Bening sudah 3 kali mengadakan event,” jelasnya.
