“Kami ingin memastikan anak-anak bisa kembali belajar tanpa rasa takut atau trauma,” ujarnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut perlindungan anak di lingkungan sekolah. Disdik Jember menegaskan akan melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada wali murid. Ini menjadi bahan perbaikan serius bagi kami,” kata Arief.
Hingga kini, belum ada informasi lanjutan terkait kemungkinan proses hukum terhadap yang bersangkutan.(Vinolla)
