Menurut Mendag Busan, lonjakan harga cabai rawit merah lebih dipengaruhi faktor cuaca. Curah hujan tinggi di sentra produksi berdampak pada produktivitas dan distribusi, terutama pada waktu panen. Namun ia menegaskan, secara keseluruhan pasokan bapok nasional tetap dalam kondisi aman.
Selain memastikan ketersediaan pangan, kunjungan Mendag Busan juga menyoroti aspek kebersihan dan kenyamanan pasar. Ia memimpin implementasi Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) yang sejalan dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
“Pasar yang bersih membuat pembeli nyaman, pedagang semangat, dan ekonomi rakyat bergerak lebih sehat,” ujarnya.
Usai dari pasar, Mendag Busan melanjutkan agenda ke SD Negeri Sonorejo 01. Di hadapan para siswa, ia berbagi cerita masa sekolah dan memotivasi mereka agar memanfaatkan fasilitas pendidikan yang kini semakin baik, termasuk dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan ditutup dengan dialog bersama siswa serta penyaluran bantuan berupa peralatan olahraga, perlengkapan sekolah, dan pembagian MBG. Kunjungan tersebut turut didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal S. Shofwan.(Vinolla)
