Terkait persaingan di level Asia, Emilia mengakui kualitas lawan sangat berkualitas. Negara-negara seperti Jepang, Korea, dan China disebutnya memiliki standar permainan yang sangat kuat. “Kalau menurut saya persaingan di sini sangat ketat ya, apalagi negara seperti Jepang, Korea, China itu sangat tinggi levelnya,” katanya.
Meski menghadapi lawan tangguh, tim Indonesia tetap memiliki ambisi besar. Selain meningkatkan teknik, mereka juga memaksimalkan daya tahan tubuh, terlebih saat ini para atlet tengah menjalani ibadah puasa. Menjaga endurance menjadi perhatian utama agar performa tetap stabil saat bertanding.
Untuk target pribadi, Emilia berharap dapat mempersembahkan medali bagi Indonesia. “Targetnya semoga bisa bawa medali lah, apapun itu, satu, dua, tiga, semoga bisa bawa medali,” ungkapnya penuh harap.
Kejuaraan ini bukan pengalaman pertamanya di level regional. Sebelumnya, Emilia pernah tampil Islamic Solidarity Games (ISG) di Riyadh 2025 dengan raihan perunggu. Sedangkan kejuaraan ASEAN Senior di Bali, ia berhasil menembus babak 64 besar.

