Tiga format pertandingan di berbagai jenjang usia ini mendapat sambutan positif dari klub-klub mitra yang terlibat. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah peserta dibanding tahun lalu yang diikuti 439 atlet. “Kami bersyukur respon dari klub mitra sangat baik dengan menerjunkan banyak atlet di berbagai lapisan usia. Kami berharap, seluruh atlet yang terlibat tidak hanya dapat menambah jam terbang tapi juga menjadikan kompetisi ini pembelajaran agar bisa meningkatkan kemampuan mereka,” tutur peraih Piala Thomas 2002 ini.
Panas dan Menegangkan
Sementara itu, di tengah lapangan, gengsi meraih gelar juara tersaji nyata di wajah para atlet yang berlaga. Teriakan para supporter menambah tensi perebutan podium tertinggi semakin membara. Salah satunya terjadi di partai final U-11 tunggal putra yang mempertemukan Zayn Abdullah Rajendra dari PB Champion Klaten melawan Kentaro Javas Kaivan Tsaqib (PB Champion Kebumen).
Zayn yang pernah mengalami kekalahan melawan Kentaro di kejuaraan berbeda, tampil impresif saat memenangi gim pertama dengan skor 21-16. Namun, Kentaro yang juga memperlihatkan permainan tidak mau kalah berhasil unggul tipis di gim kedua (21-19) dan memaksa pertarungan berlanjut ke gim ketiga. Ambisi besar kedua pemain untuk menjadi juara menciptakan situasi saling mengejar skor. Zayn yang sempat tertinggal empat poin 11-15, mampu membalikkan keadaan dan mengunci titel juara dengan skor akhir 21-18.
