Untuk mengantisipasi kemacetan, skema contraflow maupun one way nasional akan diberlakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Seluruh keputusan operasional akan dikendalikan melalui command center terpadu yang terhubung dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol.
“Kami ingin memastikan setiap kebijakan rekayasa lalu lintas tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus kendaraan,” kata dia.
Selain pengaturan arus kendaraan, Korlantas juga memperkuat pelayanan publik melalui pendekatan humanis dan pemanfaatan teknologi digital. Informasi kondisi lalu lintas disajikan secara langsung melalui kanal resmi agar pemudik dapat merencanakan perjalanan secara lebih matang.
Ia mengingatkan sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, mulai dari risiko kecelakaan akibat kelelahan pengemudi, kepadatan di rest area, hingga lonjakan kendaraan roda dua di jalur arteri.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri jika lelah, manfaatkan rest area dengan tertib, dan patuhi arahan petugas di lapangan. Mudik adalah perjalanan kebahagiaan, jangan sampai berubah menjadi musibah,” terangnya. (far)
